2025 ~ WAKID SULAIMAN GURU INDONESIA

PERANGKAT AJAR DEEP LEARNING KELAS 9 CP 2025

  


Rangkuman Inti Modul Pembelajaran Deep Learning untuk Kelas IX SMP/MTs

1. Meaningful (Bermakna)

  • Menghubungkan teori dengan dunia nyata.

  • Studi kasus berbasis proyek: Misalnya, mengklasifikasi hewan dengan CNN.

  • Dataset relevan: Gambar produk, ulasan medsos, data cuaca.

  • Diskusi etika: Bias algoritma, privasi, dampak sosial AI.

2. Mindful (Sadar)

  • Fokus pada proses belajar, bukan hasil semata.

  • Error = kesempatan belajar: siswa diminta membuat model gagal.

  • Jurnal pembelajaran untuk refleksi metakognitif.

  • Visualisasi konsep kompleks: misalnya gradient descent dijelaskan dengan analogi visual.

3. Joyful (Menyenangkan)

  • Gamifikasi: kompetisi akurasi model, kuis, leaderboard.

  • Kolaborasi tim dalam proyek akhir.

  • Pengakuan dan perayaan keberhasilan, seperti badge digital.


Daftar Perangkat Deep Learning untuk Kelas IX(SMP/MTs):

Berikut daftar mata pelajaran yang disebutkan tersedia untuk diunduh (biasanya dalam bentuk modul ajar/ATP/CP):

  1. BAHASA INDONESIA 9

  2. BAHASA INGGRIS 9

  3. I P A 9

  4. I P S 9
  5. INFORMATIKA 9

  6. MATEMATIKA 9

  7. P J O K 9
  8. P A I 9
  9. Pend. Pancasila 9

  10. Seni Musik 9

  11. Seni Rupa 9

Semoga Bermanfaat👆👆👆👆👆
Share:

PERANGKAR AHAR DEEP LEARNING KELAS 8 CP 2025

  


Rangkuman Inti Modul Pembelajaran Deep Learning untuk Kelas VII SMP/MTs

1. Meaningful (Bermakna)

  • Menghubungkan teori dengan dunia nyata.

  • Studi kasus berbasis proyek: Misalnya, mengklasifikasi hewan dengan CNN.

  • Dataset relevan: Gambar produk, ulasan medsos, data cuaca.

  • Diskusi etika: Bias algoritma, privasi, dampak sosial AI.

2. Mindful (Sadar)

  • Fokus pada proses belajar, bukan hasil semata.

  • Error = kesempatan belajar: siswa diminta membuat model gagal.

  • Jurnal pembelajaran untuk refleksi metakognitif.

  • Visualisasi konsep kompleks: misalnya gradient descent dijelaskan dengan analogi visual.

3. Joyful (Menyenangkan)

  • Gamifikasi: kompetisi akurasi model, kuis, leaderboard.

  • Kolaborasi tim dalam proyek akhir.

  • Pengakuan dan perayaan keberhasilan, seperti badge digital.


Daftar Perangkat Deep Learning untuk Kelas VIII (SMP/MTs):

Berikut daftar mata pelajaran yang disebutkan tersedia untuk diunduh (biasanya dalam bentuk modul ajar/ATP/CP):

  1. BAHASA INDONEISIA 8

  2. BAHASA INGGRIS 8

  3. I P A 8

  4. I P S 8
  5. INFORMATIKA 8

  6. MATEMATIKA 8

  7. P J O K 8
  8. P A I 8
  9. Pend. Pancasila 8

  10. Seni Musik 8

  11. Seni Rupa 8

Semoga Bermanfaat👆👆👆👆👆
Share:

PERANGKAT AJAR DEEP LEARNING KELAS 7 CP 2025

 


Rangkuman Inti Modul Pembelajaran Deep Learning untuk Kelas VII SMP/MTs

1. Meaningful (Bermakna)

  • Menghubungkan teori dengan dunia nyata.

  • Studi kasus berbasis proyek: Misalnya, mengklasifikasi hewan dengan CNN.

  • Dataset relevan: Gambar produk, ulasan medsos, data cuaca.

  • Diskusi etika: Bias algoritma, privasi, dampak sosial AI.

2. Mindful (Sadar)

  • Fokus pada proses belajar, bukan hasil semata.

  • Error = kesempatan belajar: siswa diminta membuat model gagal.

  • Jurnal pembelajaran untuk refleksi metakognitif.

  • Visualisasi konsep kompleks: misalnya gradient descent dijelaskan dengan analogi visual.

3. Joyful (Menyenangkan)

  • Gamifikasi: kompetisi akurasi model, kuis, leaderboard.

  • Kolaborasi tim dalam proyek akhir.

  • Pengakuan dan perayaan keberhasilan, seperti badge digital.


Daftar Perangkat Deep Learning untuk Kelas VII (SMP/MTs):

Berikut daftar mata pelajaran yang disebutkan tersedia untuk diunduh (biasanya dalam bentuk modul ajar/ATP/CP):

  1. BAHASA INDONESIA 7

  2. BAHASA INGGRIS 7

  3. I P A 7

  4. I P S 7
  5. INFORMATIKA 7

  6. MATEMATIKA 7

  7. P J O K 7
  8. P A I 7 
  9. Pend. Pancasila 7

  10. Seni Musik 7

  11. Seni Rupa 7

Semoga Bermanfaat👆👆👆👆👆
Share:

TATA CARA UPLOAD PKG 2025


 langkah-langkah untuk mengunggah file PKG (Penilaian Kinerja Guru) ke dalam portal SIAGUS (Sistem Informasi Gaji Guru dan Sertifikasi). Biasanya, proses ini diperlukan untuk pemutakhiran data sertifikasi atau tunjangan profesi.

Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

1. Persiapan Dokumen

Sebelum masuk ke sistem, pastikan file Anda memenuhi kriteria berikut agar tidak terjadi error saat proses upload:

  • Format File: Pastikan file dalam format PDF.

  • Ukuran File: Biasanya sistem membatasi ukuran file maksimal (seringkali di bawah 2 MB atau 500 KB tergantung instansi).

  • Hasil Scan: Pastikan dokumen PKG sudah ditandatangani dan dicap basah sebelum di-scan agar terbaca jelas oleh verifikator.

2. Langkah-Langkah Unggah PKG

  1. Login ke Portal: Buka browser dan masuk ke alamat website SIAGUS daerah Anda (misal: siagus.disdik.kotaanda.go.id). Masukkan Username (biasanya NIP atau NIK) dan Password.

  2. Masuk ke Menu Berkas: Setelah berhasil login, cari menu di bar samping (sidebar) yang bernama "Data Berkas", "Update Data", atau langsung ke menu "PKG".

  3. Pilih Tahun Penilaian: Biasanya Anda akan diminta memilih tahun periode PKG yang akan diunggah (misalnya periode Januari - Desember 2024).

  4. Klik Tombol Upload: Cari tombol berikon folder atau tulisan "Upload/Ganti File" pada baris data PKG yang dimaksud.

  5. Pilih File: Klik "Choose File" atau "Browse", lalu cari file PDF PKG yang sudah Anda siapkan di penyimpanan komputer/HP Anda.

  6. Simpan/Submit: Setelah file terpilih, klik tombol "Simpan" atau "Unggah". Tunggu hingga muncul notifikasi "Berhasil" atau "Data Terupdate".

3. Cara Memastikan Berhasil

  • Cek Preview: Klik ikon mata atau tulisan "Lihat File" di samping data PKG tersebut. Jika dokumen muncul dengan benar, berarti unggahan berhasil.

  • Status Verifikasi: Perhatikan kolom status. Biasanya status akan berubah dari "Belum Diunggah" menjadi "Menunggu Verifikasi" atau "Tersimpan".

Lakukan langkah -  langkah berikut ini ::

Share:

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

 Konsep pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam konteks pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia merujuk pada pendekatan pedagogi, bukan hanya teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Pendekatan ini berfokus pada pengembangan pemahaman siswa yang holistik, mendalam, dan kontekstual, serta membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21.

🎯 Fokus Pembelajaran Mendalam di SMP

Pembelajaran mendalam (sebagai pendekatan kurikulum) berupaya membawa siswa melampaui hafalan dan pemahaman konsep dasar menuju kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan secara nyata. Ini sangat relevan dengan tujuan Kurikulum Merdeka.

Tiga prinsip utama yang ditekankan dalam pendekatan ini adalah:

  1. 💡 Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)

    Siswa tidak hanya belajar fakta, tetapi memahami mengapa fakta itu penting dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan nyata.

    • Contoh di SMP: Dalam pelajaran Biologi, siswa mempelajari ekosistem dengan langsung melakukan observasi di lingkungan sekolah atau membuat proyek solusi untuk masalah sampah di sekitar mereka, bukan sekadar menghafal jenis-jenis ekosistem.

  2. 🤔 Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning)

    Siswa didorong untuk menjadi aktif dan merefleksikan proses belajar mereka (metakognisi). Mereka belajar bagaimana cara belajar yang paling efektif untuk diri mereka.

    • Contoh di SMP: Setelah menyelesaikan tugas, guru meminta siswa menulis jurnal tentang kesulitan apa yang mereka hadapi, strategi apa yang berhasil, dan apa yang akan mereka lakukan berbeda di lain waktu.

  3. 😄 Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning)

    Proses belajar dirancang agar menarik, menantang, dan memotivasi siswa, sehingga menghilangkan kebosanan dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

    • Contoh di SMP: Menggunakan metode Proyek Berbasis Pembelajaran (PjBL) di mana siswa bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tantangan yang kompleks dan multidisiplin.

📈 Peran dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SMP

Penerapan pembelajaran mendalam di SMP bertujuan untuk mengatasi kelemahan seperti rendahnya literasi sains dan kemampuan berpikir kritis siswa (yang tercermin dalam hasil PISA/TIMSS).

1. Pengembangan Keterampilan Abad ke-21

Pembelajaran mendalam adalah fondasi untuk menumbuhkan:

  • Berpikir Kritis: Kemampuan menganalisis informasi dan memecahkan masalah kompleks.

  • Kreativitas & Inovasi: Mendorong siswa untuk merancang solusi baru.

  • Kolaborasi & Komunikasi: Bekerja sama dalam proyek-proyek nyata.

2. Kontekstualisasi Materi

Pembelajaran selalu dikaitkan dengan dunia nyata (real-world problems). Misalnya, pelajaran Matematika digunakan untuk menghitung efisiensi energi di rumah, atau pelajaran Sejarah dihubungkan dengan isu-isu kontemporer.

3. Pemanfaatan Teknologi (AI sebagai Alat)

Meskipun inti Pembelajaran Mendalam adalah pedagogi, teknologi AI (sebagai implementasi dari deep learning dalam arti teknis) dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukungnya:

  • Pembelajaran Personal (Personalized Learning): Sistem AI dapat menganalisis data kinerja siswa dan menyediakan materi ajar atau latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar masing-masing siswa SMP.

  • Umpan Balik Cepat: Aplikasi dapat memberikan umpan balik instan pada tugas, membebaskan waktu guru untuk fokus pada interaksi yang lebih mendalam.

Secara ringkas, pembelajaran mendalam di SMP adalah tentang mengubah cara siswa belajar, dari sekadar mengingat menjadi memahami, menerapkan, dan menciptakan, yang merupakan kunci menuju pendidikan bermutu.

Share:

Strategi Pembelajaran Koding ( Pemrograman ) SMP


Strategi pembelajaran Koding (Pemrograman) di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) sebaiknya dirancang agar kontekstual, menyenangkan, dan berfokus pada pengembangan berpikir komputasional (Computational Thinking).

Berikut adalah beberapa strategi kunci:

1. Pendekatan Pembelajaran

  • Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PBL): Siswa belajar sambil membuat proyek nyata yang relevan dengan minat mereka, seperti membuat gim sederhana, animasi, atau aplikasi kecil. Ini membantu mereka melihat koding sebagai alat untuk memecahkan masalah atau menciptakan sesuatu.

  • Metode Hybrid: Menggabungkan kelas tatap muka (offline) dengan media interaktif online (seperti platform koding berbasis block atau gamified).

  • Unplugged Activities (Aktivitas Tanpa Perangkat): Memperkenalkan konsep dasar berpikir komputasional (seperti algoritma, dekomposisi, dan pola) tanpa menggunakan komputer. Contohnya, membuat alur instruksi untuk membuat sandwich atau menyelesaikan teka-teki logika.

2. Pemilihan Materi dan Tools

  • Penggunaan Bahasa Pemrograman Visual/Blok: Untuk permulaan, gunakan bahasa seperti Scratch atau Blockly. Bahasa berbasis blok ini lebih intuitif bagi pemula karena fokus pada logika alur tanpa harus khawatir tentang kesalahan sintaksis yang rumit.

  • Integrasi dengan Kecerdasan Artifisial (KA/AI): Kenalkan konsep dasar AI secara tepat guna dan bertanggung jawab, seperti cara kerja pengenalan gambar atau rekomendasi sederhana, dengan tools yang mudah diakses.

  • Konten Kontekstual dan Lokal: Gunakan contoh dan permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa atau budaya lokal agar materi lebih mudah dipahami dan menarik.

3. Peran Guru dan Lingkungan Belajar

  • Guru sebagai Fasilitator: Guru berperan sebagai pembimbing yang memotivasi, memberikan tantangan, dan membantu siswa menemukan solusi sendiri, bukan hanya mentransfer pengetahuan.

  • Pembelajaran Kolaboratif: Mendorong siswa untuk bekerja dalam kelompok (berpasangan atau tim) untuk memecahkan masalah (Pair Programming) dan saling membantu dalam menemukan bug atau mengembangkan ide.

  • Fokus pada Proses dan Etika:

    • Tekankan pentingnya algoritma dan pemecahan masalah di atas sintaksis semata.

    • Ajarkan etika digital dan keamanan data sebagai bagian integral dari koding dan pemanfaatan teknologi.

4. Penilaian (Asesmen)

  • Asesmen Formatif Berkelanjutan: Menggunakan observasi, sesi debugging (pencarian kesalahan), dan diskusi untuk menilai pemahaman siswa sepanjang proses.

  • Portofolio Proyek: Penilaian utama berfokus pada proyek yang dihasilkan siswa, termasuk bagaimana mereka mendokumentasikan proses, menunjukkan pemikiran komputasional, dan kemampuan memecahkan masalah.

Strategi ini bertujuan untuk membangun literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah siswa SMP, mempersiapkan mereka untuk tantangan di era Masyarakat 5.0.

Share:

BUKU PANDUAN MAPEL 2025


Buku Panduan Mata Pelajaran untuk jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang menjadi acuan utama di Indonesia adalah yang mengacu pada Kurikulum Merdeka, khususnya edisi revisi/terbaru yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Meskipun Anda menanyakan spesifik tahun 2025, berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Pembaruan Kurikulum Merdeka berlangsung secara berkala. Beberapa dokumen panduan terkait implementasi Kurikulum Merdeka, seperti Panduan Pembelajaran dan Asesmen dan Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan, telah diinformasikan memiliki Edisi Revisi Tahun 2025.

  • Panduan Mata Pelajaran spesifik (contohnya IPA dan Bahasa Indonesia) juga ditemukan dengan tanggal revisi di tahun 2025 (misalnya September 2025), menunjukkan adanya pembaruan dokumen ini.

📚 Jenis Dokumen Panduan Utama

Untuk tahun ajaran 2025/2026, dokumen panduan mata pelajaran (Mapel) SMP yang relevan di bawah Kurikulum Merdeka meliputi:

1. Buku Teks Utama (Buku Siswa dan Buku Guru)

Ini adalah buku yang berisi materi, kegiatan pembelajaran, dan asesmen untuk setiap mata pelajaran, yang disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) di Fase D (untuk jenjang SMP).

  • Buku Siswa: Digunakan oleh peserta didik untuk kegiatan belajar.

  • Buku Guru (Panduan Guru): Berisi petunjuk dan panduan lengkap bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran, termasuk tujuan, strategi, dan alternatif kegiatan.

2. Panduan Mata Pelajaran (Dokumen Kurikulum)

Ini adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Pusat Kurikulum), yang berisi:

  • Rasional: Alasan dan latar belakang pentingnya mata pelajaran.

  • Tujuan Mata Pelajaran: Kompetensi yang harus dicapai peserta didik.

  • Capaian Pembelajaran (CP): Kompetensi minimum yang harus dicapai di akhir setiap fase (Fase D untuk SMP).

  • Pendekatan Pembelajaran dan Asesmen: Pedoman implementasi di kelas.

📌 Cara Mendapatkan Dokumen Resmi

Dokumen-dokumen ini, termasuk edisi revisi terbaru (jika sudah dirilis resmi), biasanya tersedia dan dapat diakses secara gratis melalui platform resmi Kemendikbudristek:

  • Portal Kurikulum Merdeka (kurikulum.kemdikbud.go.id): Untuk dokumen-dokumen panduan seperti Panduan Pembelajaran dan Asesmen serta Panduan Mata Pelajaran.

  • Laman Buku Kemendikbudristek (buku.kemdikbud.go.id): Untuk mengunduh Buku Teks Utama (Buku Siswa dan Buku Guru) dalam format PDF.

Anda dapat mencari dokumen yang spesifik dengan kata kunci seperti "Buku Guru SMP Kelas VIII Kurikulum Merdeka" atau "Capaian Pembelajaran SMP Terbaru 2025" di laman-laman tersebut

1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

2. Pendidikan Pancasla

3. Bahasa Indonesia

4. Matematika

5. Bahasa Inggris

6. Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )

7. Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS )

8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan ( PJOK )

9. Prakarya dan Pengolahan

10. Prakarya dan Rekayasa

11. Prakarya dan Kerajinan

12. Prakarya dan Budi Daya

13. Koding dan Kecerdasan Artifisial

14. Seni Musik

15. Seni Tari

16. Seni Rupa

17. Seni Theater

18. Informatika



Share:

Capaian Pemebalajaran SMP Terbaru 2025/2026


 Capaian Pembelajaran (CP) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia saat ini diatur dalam kerangka Kurikulum Merdeka.

Secara umum, Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase. CP menjadi acuan utama untuk pembelajaran intrakurikuler.


Fase Pembelajaran di SMP

Jenjang SMP/MTs (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah) umumnya berada pada Fase D dalam struktur Kurikulum Merdeka.

FaseJenjang Kelas Umum
Fase DKelas VII, VIII, dan IX (SMP/MTs)

Fokus Utama Capaian Pembelajaran (CP)

CP dirumuskan untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila dan mencakup tiga aspek utama, yang kemudian dirinci per mata pelajaran:

  • Pengetahuan: Konsep dan fakta yang harus dipahami peserta didik.

  • Keterampilan: Kemampuan yang harus dikuasai peserta didik (seringkali melalui proses inkuiri/penyelidikan).

  • Sikap/Karakter: Nilai-nilai yang terintegrasi, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.

Contoh Capaian Pembelajaran (CP) di Fase D

Capaian Pembelajaran ini sangat rinci per mata pelajaran, namun berikut adalah beberapa contoh garis besar CP untuk mata pelajaran inti di Fase D (SMP):

1. Matematika 

Peserta didik diharapkan mampu:

  • Bilangan: Mengoperasikan secara efisien bilangan bulat, bilangan rasional, irasional, desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah.

  • Aljabar: Memahami dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, serta sistem persamaan linear dua variabel.

  • Geometri: Menggunakan sifat-sifat hubungan sudut terkait garis transversal, sifat kongruensi dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat, serta menerapkan teorema Pythagoras.

  • Data dan Peluang: Memahami konsep peluang bersyarat dan kejadian yang saling bebas, serta memperkirakan model linear terbaik (best fit) pada data numerikal.

2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 

Peserta didik diharapkan mampu:

  • Gerak, Gaya, dan Tekanan: Memahami gerak, gaya, dan tekanan, termasuk pesawat sederhana.

  • Getaran dan Gelombang: Memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya, termasuk alat-alat optik sederhana (seperti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari).

  • Keterampilan Proses Inkuiri: Mengembangkan keterampilan proses inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan, hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata.

3. Bahasa Indonesia 🇮🇩

Peserta didik diharapkan mampu:

  • Membaca dan Memirsa: Mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari berbagai jenis teks (deskripsi, narasi, eksplanasi, dll.) serta mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca.

  • Menulis: Menulis berbagai jenis teks, karya sastra, dan teks refleksi diri, serta mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak maupun digital.

  • Berbicara dan Mempresentasikan: Menyampaikan gagasan, pandangan, atau pesan untuk tujuan pemecahan masalah dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog yang logis, kritis, dan kreatif.


Peran CP dalam Pembelajaran

CP adalah titik awal dalam perencanaan pembelajaran. Guru menggunakan CP untuk:

  1. Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP).

  2. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

  3. Mengembangkan Modul Ajar dan melakukan asesmen.

Share:

Apresiasi GTK 2025Oleh Pemerintahan Presiden Prabowo

 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 merupakan program penghargaan dari Pemerintah Indonesia (melalui Kemendikdasmen) yang bertujuan untuk memperkuat budaya keteladanan, dedikasi, dan inovasi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan.

Tema Hari Guru Nasional 2025, yang menjadi acuan Apresiasi GTK, adalah "GTK Hebat, Indonesia Kuat".

Tujuan Utama Apresiasi GTK 2025

Apresiasi GTK 2025 merupakan upaya strategis untuk:

  • Mengapresiasi Praktik Baik: Memberikan penghargaan kepada GTK yang telah menunjukkan komitmen, inovasi, dan dedikasi melalui praktik terbaik yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi peserta didik, lingkungan sekolah, komunitas belajar, dan masyarakat.

  • Mendorong Transformasi: Memacu GTK untuk memiliki kemampuan transformatif, dedikatif, dan kolaboratif dalam rangka mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka.

  • Menguatkan Keteladanan: Menumbuhkan semangat kebanggaan, keteladanan, dan profesionalisme GTK sebagai motor penggerak kualitas pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman.

  • Repositori Nasional: Mendapatkan dan menyebarkan repositori praktik baik GTK sebagai sumber belajar, inspirasi, dan rujukan kebijakan di seluruh Indonesia.


🏆 Kategori Apresiasi GTK 2025

Apresiasi GTK 2025 difokuskan pada tiga kategori utama yang mencerminkan upaya penguatan keteladanan dan inovasi guru, yaitu:

  • 1. GTK Transformatif:

    • Fokus: Inovasi dalam strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, refleksi praktik mengajar, dan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (sesuai Profil Pelajar Pancasila).

    • Peran: Menghasilkan karya nyata yang mengubah cara belajar siswa dan menginspirasi GTK lainnya.

  • Shutterstock
  • 2. GTK Dedikatif:

    • Fokus: Konsistensi pengabdian dan ketangguhan dalam melaksanakan tugas, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) atau wilayah dengan tantangan geografis, sosial, dan ekonomi yang sulit.

    • Peran: Menjadi teladan ketangguhan dan keberpihakan terhadap peserta didik, memastikan layanan pendidikan berkualitas tetap berjalan.

  • 3. GTK Pelopor Komunitas Belajar:

    • Fokus: Merintis dan menggerakkan komunitas belajar (Kolaborasi) secara berkelanjutan.

    • Peran: Mendorong semangat belajar sepanjang hayat, berbagi pengetahuan dan praktik baik, serta menciptakan lingkungan pembelajaran kolaboratif di antara sesama GTK.

Secara keseluruhan, Apresiasi GTK 2025 adalah mekanisme Pemerintah untuk secara resmi mengakui dan memotivasi para pahlawan pendidikan agar terus berinovasi dan menjadi teladan demi mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Sumber by : https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14265-apresiasi-gtk-2025-pemerintah-perkuat-keteladanan-dan-inovas


Share:

SOAL SAS PEMBELAJARAN MENDALAM KELAS 7 MAPEL PEND. PANCASILA

 


Soal SUMATIF Akhir Semester (SAS)

Dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dokumen ini memuat naskah soal Penilaian Akhir Semester (SAS) Mata Pelajaran [Sebutkan Mata Pelajaran, contoh: Pendidikan Pancasila] Semester [Sebutkan Semester, contoh: Ganjil] Tahun Pelajaran [Sebutkan Tahun Ajaran].

Penyusunan soal SAS kali ini menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang bertujuan untuk menguji tingkat pemahaman, analisis, dan kemampuan sintesis peserta didik, bukan sekadar daya ingat atau hafalan. Pendekatan ini selaras dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 dan esensi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penalaran kritis dan pemecahan masalah kontekstual.

🌟 Filosofi dan Karakteristik Soal

  1. Analisis Kontekstual: Soal-soal disajikan dalam berbagai konteks kehidupan nyata, termasuk penggunaan stimulus visual berupa gambar, tabel, atau kasus fiksi/fakta. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis stimulus tersebut sebelum menentukan jawaban yang paling tepat.

  2. Menguji Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS): Soal dirancang untuk menguji taksonomi Bloom pada level C4 (Analisis), C5 (Sintesis), dan C6 (Evaluasi). Peserta didik ditantang untuk:

    • Mengidentifikasi hubungan sebab-akibat.

    • Membandingkan konsep yang berbeda.

    • Menerapkan prinsip-prinsip dasar pada situasi yang baru.

    • Menarik kesimpulan yang logis dan beralasan.

  3. Integrasi Nilai: Khususnya pada mata pelajaran [Sebutkan Mata Pelajaran], soal dirancang untuk mengukur sejauh mana peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar dan menerapkannya dalam pengambilan keputusan sosial dan moral.

Kami berharap melalui instrumen SAS ini, dapat diperoleh data yang valid mengenai kedalaman pemahaman peserta didik, yang selanjutnya dapat dijadikan acuan untuk perbaikan dan pengembangan proses pembelajaran di masa mendatang.

Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Pendidikan Pancasila Kelas 7

Share:

DIGITALISASI PEMBELAJARAN SMP

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulisan karya ini dapat diselesaikan dengan baik. Karya tulis yang berjudul "Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP): Tantangan dan Peluang Menuju Era Pendidikan 4.0" ini hadir sebagai upaya untuk mendalami dan mengkaji secara komprehensif implementasi teknologi digital dalam proses belajar mengajar di tingkat SMP.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa transformasi fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Era disrupsi digital menuntut lembaga pendidikan, khususnya SMP, untuk tidak hanya beradaptasi, namun juga secara proaktif mengintegrasikan perangkat dan platform digital. Digitalisasi pembelajaran di SMP bukan sekadar tren, melainkan sebuah keniscayaan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan, interaktif, dan inklusif bagi peserta didik masa kini.

Shutterstock

Melalui digitalisasi, potensi untuk mempersonalisasi pembelajaran (merancang materi yang sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar individu), memperluas akses terhadap sumber belajar yang kaya, serta meningkatkan kolaborasi antara guru dan siswa menjadi terbuka lebar. Namun, disadari pula bahwa perjalanan menuju implementasi digital yang optimal tidak luput dari tantangan, seperti kesenjangan akses infrastruktur digital, kebutuhan akan peningkatan kompetensi digital guru, serta perlunya edukasi tentang etika dan keamanan digital.

Kami berharap, karya ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berharga, menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, serta mendorong diskusi konstruktif mengenai strategi terbaik dalam memanfaatkan potensi digital untuk mencetak generasi SMP yang unggul dan siap menghadapi masa depan.

Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan masukan dalam penyusunan karya tulis ini. Saran dan kritik yang membangun akan senantiasa kami terima demi penyempurnaan di masa mendatang.


BERIKUT BEBERAPA TUTORIAL PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL  SMP 

2.  Pemeriksaan IPF  :

3. Instalasi IPF 

4.  Pengaturan Awal  : 

5. Navigasi Menu : 

6. Fitur Setelan  : 

7. Menu Aplikasi  : 

8.  Papan Tulis dan Anotasi :

9.  Fitur Share Screen  :

Demikian Turtorial Pemanfaatan IPF sebagai Media Pembelajaran Era Digital. Semoga bermanfaat 

Matur Nuwun


Sumber  : Direktorat SMP

Share:

GAMBARAN DIRI SEBAGAI GURU PENGGERAK

+

Berikut ii kami sampaikan sebuah Gambaran saya sebagai Guru Penggerak. Mungkin bisa di jadikan referensi bagi kawan kawan Guru..


Share:

Demonstrasi Kontekstual ( Perencanaan Program dengan Kerangka BAGJA

 

Bersama ini kami sampaikan sebuah Perencanaan Kegiatan dengan memakai Kerangka BAGJA

Simak Video di bawah ini


Share:

TEST KEMAMPUAN AKADEMIK : BAHASA INGGRIS

1. Reading Comprehension .
Read the text below: .
Many students prefer studying online because it allows them to learn at their own pace. However, others think that face-to-face learning is more effective because teachers can give direct feedback. .
Question:.
What is the main idea of the text ?.....
A. Online learning is more popular than traditional learning
B.Students have different opinions about learning methods
C. Teachers prefer face-to-face learning
D. Feedback is not important in online learning

2. Vocabulary in Context .
The word “pace” in the text above is closest in meaning to … . . .
A.time
B. speed
C. goal
D.place

3. Grammar (Tenses)
If she ___ harder, she will pass the exam.
A. study
B. studied
C. studies
D. studying

4. Grammar (Prepositions)
The teacher congratulated the students ___ their success
A. on
B. at
C. in
D. for

5. Reading for Detail
Read the sentence:
The museum was closed due to renovation.
What does the word “due to” mean?......
A. before
B. because of
C. after
D. during

6. Functional Expression
You didn’t hear what your friend said. You say :
A.Could you repeat that, please?
B. What a nice day!
C. I totally agree!
D.That’s impossiblel

7. Synonym
Choose the word that has the same meaning as “assist”.
A. help
B. signore
C. block
D. cancel

8. Grammar (Passive Voice)
The letter ___ by the principal yesterday.
A. is written
B. was written
C. wrote
D. writing

9. Cloze Test
She didn’t come to school yesterday, ___ she was sick.......
A. because
B. so
C. but
D. although

10. Reading Comprehension (Inference)
The students were silent when the teacher entered the class.
What can we infer from the sentence?
A. The students respected the teacher.
B.The teacher was angry
C. The students were absent
D.The class was noisy

/> Nilai Bahasa Indonesia kamu adalah. . .
Score =
Share:

Muslim

Daftar Blog Saya

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Total Tayangan Halaman

Recent Posts

Label Cloud

IPK (3) Perangkat (3) PKP (11) Program (3) Prota (3) RPP (14) Silabus (9)